Surau TV

Banner

Guru Komite di Rohul Hanya Terima 300 Ribu Perbulan

Image
Monday, 22 January 2018 | 19:28:19 WIB


Pasir Pengaraian (nusapos.com) -Sekitar 2.000 guru honor komite yang ada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) masih jauh dari kata layak dalam memperoleh haknya tenaga pendidik. Pasalnya, gaji mereka rata-rata hanya Rp 300 ribu per bulannya, itupun tergantung dari jumlah siswa di sekolah.

Gaji ribuan guru honor komite masih bergantung‎ dari 15 persen dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan itu jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Rohul. Pasalnya, SK pengangkatan baru sebatas dari sekolah atau dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul saja.

Hal ini dikatakan Kepala Disdikpora Rohul Drs. H. Ibnu Ulya M.Si, saat Pengukuhan dan Konsolidasi 1 Forum Guru dan Pegawai Honor Sekolah Negeri Pendidikan Dasar (FGPHSND) Kabupaten Rohul di Gedung Wanita Pasir Pangaraian, Minggu (21/1/18) siang kemarin.

Diakui Ibnu Ulya, jumlah guru PNS di Kabupaten Rohul capai 2.000 orang, guru bantu daerah sekitar 700 orang, dan guru honor serta guru komite mencapai 2.200 orang.

Meski demikian, di Kabupaten Rohul sendiri saat ini masih membutuhkan sekitar 2.000 guru lagi, namun hal itu belum terpenuhi hingga tahun 2018. Mengingat adanya surat edaran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada 10 Januari 2013, soal larangan pengangkatan guru honor.

“Sehingga, terkait kekurangan guru di Rohul saat ini jumlahnya sebanyak guru komite yang ada,"‎ ungkap Ibnu Ulya.

Kata Ulya lagi, meski ada penerimaan CPNS, namun kuota terbatas. Pemerintah pusat harus membuat regulasi atau sistem‎, dan solusi bagaimana nasib guru honor dan guru komite kedepannya.

Diakui Ibnu Ulya, penyebaran guru memang belum merata, sebab ada beberapa kecamatan di Kabupaten Rohul yang masih kekurangan guru, seperti di Kecamatan Bonai Darussalam, Tambusai Utara, Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto,‎ dan lainnya.

Lebih lanjut dijelaskan Ibnu Ulya, bahwa idealnya untuk satu sekolah dengan 6 ruang belajar‎ guru harus tersedia 9 guru, termasuk kepala sekolah, guru agama dan guru olahraga.

"Lebih dari itu tidak bisa dimasukkan lagi dalam honor,"tandas Ibnu Ulya. 

Sumber : -

Laporan : Sugiyanto/amn

Editor : Red

loading...