Surau TV

Banner

OTT Saber Pungli Polres Rohul, Ternyata Kades RBS dan Sekdesnya

Image
Saturday, 20 January 2018 | 16:22:17 WIB


Pasir Pengaraian (nusapos.com) Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan Tim Saber Pungli Polres Rokan Hulu (Rohul) rupanya Kepala Desa (Kades) Rantau Binuang Sakti (RBS), Kecamatan Kepenuhan inisial PA (32), dan Sekretaris Desa SR (29).

Kades PA dan Sekdesnya SR resmi ditetapkan tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama 1X24 jam dan hasil gelar perkara pada Jumat (19/1/18) sore lalu. 

‎Kedua oknum aparat Desa Rantau Binuang Sakti ini kena OTT Tim Saber Pungli Satuan Reskrim Polres Rohul di Pondok Ikan Bakar Sasmita di Kilometer 6 Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah pada Kamis sore (18/1/18) sekitar pukul 17.10 WIB.

Dari tangan keduanya, Tim Saber Pungli sita barang bukti, seperti uang tunai pecahan Rp 50 ribu sebesar Rp 50 juta dibungkus plastik warna hitam, 73 persil SKRPT.

Selanjutnya, 1 rangkap kwitansi pembayaran dari pengurus KSU Rokan Jaya kepada Pajri selaku Kades, untuk biaya pembuatan 102 SKT dikali Rp 2.500.000, atau total Rp 255.000.000, pada tanggal 18 Januari 2018.‎

Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Suheri Sitorus, Jumat (19/1/18), mengungkapkan OTT terhadap Kades Rantau Binuang Sakti dan Sekdesnya berawal laporan Kamis sore sekitar pukul‎ 16.50 WIB.

Awalnya, Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto SH, SIK,‎ mendapat informasi dari Bendahara Koperasi Serba Usaha (KSU) Rokan Jaya inisial EE (35), bahwa akan ada transaksi penyerahan uang kepada PA dan SR, selaku Kades dan Sekdes Rantau Benuang Sakti, yang pada akhirnya berhasil dilakukan tangkap tangan.

Dari keterangan Bendahara KSU Rokan Jaya, EE,‎ bahwa penyerahan uang kepada Kades terkait biaya pengurusan penerbitan SKRPT sebanyak 102 surat tahap pertama dari 426 surat yang direncanakan milik anggota KSU Rokan Jaya.

Dalam pengurusan SKRPT ini, tersangka PA dan SR meminta uang Rp 3,5 juta untuk satu surat, namun Bendahara KSU Rokan Jaya EE tidak sanggup dengan harga yang begitu mahal.

Akhirnya Kades dan Sekdes menurunkan harga menjadi Rp 2,5 juta. Namun tetap saja tidak sanggup. KSU Rokan Jaya hanya sanggup Rp 1,5 juta untuk satu surat.

Dan ternyata kesepakatan pun tidak terjadi. Namun sebanyak 102 sudah ditandatangi Kades dan meminta uang Rp 2,5 juta persurat atau total Rp 225 juta. Karena keberatan, Bendahara KSU Rokan Jaya EE melapor ke Polisi.

Sumber : -

Laporan : Sugiyanto/amn

Editor : Red

loading...