Surau TV

Banner

Data Angka Stunting

Diskes Rohul lakukan Timbang dan Ukur Badan Bayi dan Balita Di Menaming

Image
Monday, 15 January 2018 | 15:43:41 WIB


Pasir Pengaraian (nusapos.com)- Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Senin (15/1/2018), melakukan Kegiatan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan secara masif di lokasi fokus (Lokus) Stunting di rohul. Selain melakukan penimbangan dan Pengukuran  tinggi badan,  Diskes Rohul juga gelar penyuluhan kepada masyarakat tentang apa itu stunting serta bagaimana cara pencegahanya.
 
Kegiatan ini bertujuan untuk mengatahui sejauh mana perkembangan Gizi bayi dan balita di desa menaming, yang menjadi 1 dari 10 desa Stunting di Rohul, yang ditetapkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Bapenas dan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.
 
Kegiatan penimbangan berat badan serta pengukuran tinggi badan secara masif yang di digelar di Posyandu Kasih Bunda, desa Menaming Kecamatan Rambah ini, dihadiri Sekretaris Diskes Rohul H.Hasbikar, Kepala Desa menaming Firduas, Kabid Kesehatan Masyarakat Lismarita Skm, kasi KIA dan Gizi Kharya Skm, Kasi Promkes H. nana Sumpena, serta Kepala Puskesmas Rambah dr. Finaldi.
 
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr.Bambang Triyono,  Melalui Sekretaris Diskes Rohul Hasbikar, Stanting adalah kondisi tidak sesuainya pertumbuhan tubuh manusia dengan usia yang  disebabkan karena faktor kekurangan gizi sejak hamil hingga usia  2 tahun. Dari 1000 hari masa kehidupan awal. Generasi stanting cenderung mengalami pelemahan otak, berkurangnya kemampuan kongitif, serta obesitas.
 
“ stunting tidak bisa di obati, hanya bisa dicegah dengan cara memperbaiki prilaku hidup bersih dan sehat serta mengkomsumsi makanan berigizi dan berimbang “ jelas Hasbikar
 
Lebih Lanjut diterangkanya, penderita stanting umumnya mudah terkena  penyakit generatif seperti kanker, tekanan daerah tinggi, dan diabtes sehingga mereka dikawatirkan  tidak punya kemampuan bersaing  dan harapan hidupnya menurut peneilitan lebih rendah.
 
Melalui kegiatan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan secara masiv ini diharapkan  dapat diketahui sejauh mana perkembangan gizi bayi dan balita di desa menaming sehingga kedepan bisa dipantau secara komprehensif.

“Selain desa menaming, kegiatan ini juga sudah dilakukan di 7 desa lain seperti desa marga mulya, sukamaju, ulak patian, kasimang, menaming, kepayang, bangun purba barat, sementara 3 desa lagi akan kita lakukan segera” ucap hasbikar
Hasbikar menghimbau kepada masyarakat, khususunya desa Lokus Stunting agar rutin membawa anaknya ke posyandu setiap bulan. Karena di Posyandu, masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang bagaimana pola hidup sehat.  

“kita akan bekerjasama dengan kepala desa untuk menarik ibu-ibu membawa anaknya ke posyandu. Salah satu inovasi yang kita buat yaitu membuat posyandu senyaman mungkin bagi anak-anak, kita hias dengan balon dan kita berikan hadiah kepada mereka sehingga posyandu tidak lagi dianggap menakutkan oleh anak-anak” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Menaming Firdaus, memberikan Apresiasi terhadap langkah Dinas Kesehatan dalam menekan angka stunting di desanya.

“ kami dari pihak desa sangat mendukung kegiatan ini, mudah-mudahan  dengan adanya kegiatan seperti ini pertumbhan anak-anak di desa menaming akan lebih baik” harap Firdaus.

Diakui Firdaus, Kedepan dirinya akan lebih meningkatkan anggaran  posyandu di APBD-Desa Menaming. Dia juga berterimakasih kepada instansi lanya, seperti Dinas PUPR yang telah mengucurkan anggaran hingga Rp.900 juta, guna  perbaikan prasarana jamban sehat dan air bersih dan slauran penyaluran limbah (Spal) di desa menaming, Sebagai bagian dari program untuk membenaskan Desa menaming dari status “ Stunting”.

Sumber : -

Laporan : Sugiyanto/amn

Editor : Red

loading...