Surau TV

Banner

Temu Ramah Antar Ormas, Suparman Cerita Sisi Gelap Hingga Jadi Bupati

Image
Wednesday, 08 November 2017 | 10:45:57 WIB


PASIR PENGARAIAN (nusapos.com)- Bupati Rokan Hulu (Rohul), H. Suparman S.Sos, M.Si, bercerita sisi gelap kehidupannya semasa jadi mahasiswa, hingga dirinya menjadi Bupati Rohul. Diakuinya, kehidupan hitam tersebut akhirnya ditinggalkannya.

Itu diceritakan Bupati Suparman, saat acara temu ramah Bupati Rohul dengan Pengurus Ormas, LSM dan OKP di pendopo rumah dinas Bupati, Senin 6 November 2017 malam.

Kegiatan yang diprakarsai Badan Kesbangpol Kabupaten Rohul, Bupati Suparman ?bercerita bagaimana dirinya awali karirnya melalui organisasi mahasiswa yang bernama Gabungan Aksi Mahasiswa dan Alumni Riau (GAMARI) yang beranggotakan 30 mahasiswa.

Sejak dirinya menjadi Ketua GAMARI, Bupati Suparman memikirkan bagaimana agar adik-adiknya bisa terus kuliah tanpa mengharapkan kiriman dari orang tuanya lagi.

Dirinya bersyukur, karena sejumlah adik-adiknya yang tergabung di GAMARI sudah menjadi orang sukses saat ini, seperti Kelmi Amri dan Syahril Topan sebagai Ketua DPRD dan Anggota DPRD Rohul, Jenewar Efendi yang saat ini menjadi Direktur Utama Perusda Rokan Hulu Jaya, Nelson, dan lainnya.

Tetapi, organisasi mahasiswa ini lambat laun bubar dengan sendirinya, dan dirinya memilih bergabung di sebuah LSM dan besar di lembaga tersebut.

Kemudian, sejak bergabung di LSM, Suparman mengakui dirinya banyak musuh. Namun dari lembaga itulah dirinya banyak mengenal orang penting di Provinsi Riau, mulai pejabat, preman, hingga penjual Narkoba. Ia kemudian mengubah arah haluan, dan berteman dengan para golongan elite.

Suparman mengakui, dirinya sempat membacking tempat hiburan malam. Namun demikian, ia tidak pernah mencicipi yang namanya Narkoba, minuman keras, apalagi mencicipi rokok.

Jelas mantan Ketua DPRD Provinsi Riau, yang juga sempat jadi Ketua KNPI Kota Pekanbaru, akhirnya mengadu nasib dan sukses menjadi Ketua KNPI Provinsi Riau.

Karena ingin meninggalkan dunia hitam, lalu sosok Suparman akhirnya mulai mencoba-coba terjun ke dunia politik, sesuai bidang ilmunya yakni Ilmu Politik. Pertama ia bergabung di Par?tai Golongan Karya dan akhirnya menjadi pengurus termuda.

Meski para seniornya di DPD I Partai Golkar Riau banyak orang penting, seperti Rusli Zainal, Ramlan Zas, Saleh Djasit, dan lainnya, namun Suparman tetap percaya diri dan maju sebagai calon Anggota DPRD Riau.

Di KPU saat itu, namanya berada di nomor empat. Dirinya sempat pesimis, namun karena aturan baru, Suparman menjadi calon wakil rakyat yang meraup suara terbanyak hingga mendapatkan kursi di DPRD Riau.

Sejak jadi anggota DPRD Riau, Suparman sudah melupakan dunia hitamnya. Karena keseriusannya di dunia politik, Suparman akhirnya bisa duduk sebagai Ketua DPRD Riau dari Partai Golkar.

Tetapi, belum habis masa jabatannya, Suparman lebih memilih meninggalkan kursi orang nomor satu di DPRD Riau dan mencoba nasib di Pilkada Rohul 2015, dan bisa duduk sebagai Bupati Rohul periode 2016-2021 bersama wakilnya H. Sukiman hingga sekarang.

Tetapi, belum lama dilantik dirinya harus berurusan dengan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) dan dijebloskan ke penjara. Selama di penjara itulah, Suparman benar-benar bertobat, banyak berdoa, serta mulai rajin salat tengah malam, bahkan dirinya menjadi guru mengaji.

Dari persidangan atas doanya selama dibalik jeruji besi, Bupati Suparman dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru, dan kembali menjabat sebagai Bupati Rohul.

Dari cerita itu, Bupati Suparman mengajak oknum anggota Ormas, LSM dan OKP di Kabupaten Rohul yang masih jalani dunia hitam seperti Narkoba dan minuman keras untuk meninggalkan dunia hitamnya, dan mulai menyehatkan tubuh dengan rajin berolahraga.

Bupati Suparman juga mengajak, agar seluruh anggota Ormas, LSM dan OKP di Kabupaten Rohul ikut bersumbangsih dalam memajukan pembangunan di daerah dengan motto 'Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau'.

Dari pengalamannya dirinya, Bupati Suparman sangat berharap bagaimana para pengurus dan anggota Ormas, LSM dan OKP menjadi orang hebat ke depannya.

"Intinya ada pada diri kita masing-masing, dan bekerjasama ingin bersih senantiasa Allah menunjukkan kita menjadi bersih," tutup Bupati Suparman.

Kepala B?adan Kesbangpol Rohul, Musri M. S.Sos mengatakanm kegiatan temu ramah Bupati Rohul dengan Ormas, LSM dan OKP merupakan sebuah kewajiban. Selain meningkatkan silaturahmi, juga sebagai ajang pembinaan dan sosialisasi.

Musri mengungkapkan di Kabupaten Rohul ada puluhan Ormas, namun ada 19 Ormas yang tidak aktif. Dari 21 LSM yang ada ada 6 LSM yang tidak aktif. Sedangkan dari 12 OKP yang terdaftar, ada 4 OKP yang tidak aktif.

Sumber : -

Laporan : nikmad

Editor : Red

loading...